Tanggul Kali Jombang Wetan yang berada di Dusun Juwet, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, saat ini dalam kondisi rawan ambruk. Pasalnya, sekitar 50 meter bagian tanggul telah terkikis derasnya aliran air sungai.
Hingga kini, upaya penanganan darurat dengan memasang jumbo bag atau karung berukuran besar berisi tanah urukan masih terus dilakukan dan belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, longsoran tanggul yang berada tepat di bawah ruas Tol Jombang–Mojokerto tersebut membentang hampir sepanjang 50 meter. Material tanah yang ambrol bahkan jatuh hingga ke dasar sungai.
Di beberapa titik, petugas telah memasang jumbo bag sebagai penahan. Selain itu, dua unit alat berat juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, yakni memasang jumbo bag serta kayu dolken sebagai penguat struktur tanggul.
“Longsorannya terjadi pada akhir Januari lalu dan memanjang sekitar 50 meter,” ujar Sultoni.
Warga sekitar mengaku khawatir apabila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, karena berpotensi memperparah kerusakan. Oleh sebab itu, mereka meminta pemerintah kabupaten segera mengambil langkah penanganan.
Menurut Sultoni, proses penanganan baru dimulai pada Senin (10/2), meski sebelumnya material tanah urukan telah lebih dahulu dikirim ke lokasi. Keterbatasan akses jalan menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan.
Ia menambahkan, langkah cepat dilakukan mengingat posisi tanggul yang berdekatan dengan area persawahan. Selain itu, kondisi tersebut juga mengancam jalan alternatif penghubung antara Desa Kedunglosari dan Desa Kedungotok, serta berfungsi sebagai upaya pengamanan aliran sungai agar tidak meluap saat debit air meningkat.
Untuk sementara, area longsoran ditangani dengan pemasangan jumbo bag yang dilengkapi penahan berupa gedek guling dan pancangan kayu di sepanjang titik longsor sebagai langkah darurat.
sumber : desakita.co